"Waw! Apa ini?" Sadam lebih dulu melepaskan kacamata yang dia pakai, sebelum menjawab pertanyaan Dirga. "Kue." "Jawaban macam apa itu? Gue tahu kalau ini kue, tapi lo beli dimana? Memangnya ada, yang jual kue tapi tempatnya pakai kotak bekal?" Mata Sadam melirik pada tampilan kue yang sejak tadi belum dia sentuh. Roti yang tampilannya bagus dan juga pie buah yang menarik. Entah pemikiran darimana sampai wanita itu membuat ini sebagai tanda terimakasih, padahal Sadam merasa tidak melakukan perbuatan baik apapun padanya. "Dibikinan Vicha. Dia bilang, itu tanda terimakasih karena aku udah kasih dia uang buat bayar utang. Padahal jelas-jelas, uang yang aku kasih ke dia itu adalah bagian dari uang bayaran tentang apa yang akan dia lakuin, tapi walaupun udah tahu soal itu, dia masih bilang

