"Kamu...apakah kamu seperti ini karena janji yang Kakek kasih ke kamu?" Mata Sadam membulat, kemudian wajahnya panik menatap Vicha. "Kek! Tolong jangan bahas itu sekarang! Aku enggak perduli dengan janji atau apapun itu, aku cuma enggak mau kalau Vicha salah paham sama ketulusan aku." Vicha rasanya ingin berdecak melihat bagaimana Sadam berakting. Tentu saja dia tahu, bahwa yang dimaksud oleh Sadam dan kakeknya tentang janji adalah janji memberikan warisan itu. Mereka sudah pernah membahasnya bahkan sebelum tandatangan kontrak, tapi Sadam berlaku seolah Vicha tidak mengetahuinya dan takut Vicha salah paham. "Apa? Memangnya janji apa?" tanya Vicha pura-pura bodoh. Ketika dia melirik dari ekor matanya, dia bisa melihat kakek yang memalingkan wajah tampak bersalah. Sedangkan Sadam justru

