"Gila! Padahal kita sama-sama tinggal ei Jakarta, tapi enggak pernah ketemu. Siapa sangka, kalau gue malah bisa ketemu sama lo di Makassar?" Sadam tersenyum sambil membalas jabatan tangan dari lelaki yang merupakan teman kuliahnya dulu. "Gue juga enggak nyangka bisa ketemu sama lo lagi. Gue denger, lo mau nikah akhir tahun ini, kan?" Prima, temannya itu mengangguk dengan cengiran yang khas. "Iya. Calon istri gue baru selesai S2 makanya baru bisa nikah sekarang. Lo sendiri, yang gue denger lo malah udah nikah ya?" Sadam turut mengangguk. Syukurlah karena teman yang dia lihat saat ini adalah teman kuliahnya, karena skenario yang dia buat tentang Vicha adalah bahwa Vicha merupakan teman dekatnya saat SMP. "Teman lama dan pas ketemu, gue malah jatuh cinta. Makanya gue sama dia mutusin bua

