"Tiba-tiba aku dapat undangan pernikahan dari Pak Sadam. Padahal terakhir kali aku kenalin dia sama keponakanku, dia bilang kalau dia enggak tertarik menjalin hubungan." "Itu benar. Banyak orang yang bahkan bilang kalau dia enggak suka sama perempuan." "Karena undangan pernikahan yang mendadak ini, banyak yang ngira kalau calon istrinya hamil duluan." "Bukannya itu sudah pasti?" Padahal Anvicha sudah sangat menderita dengan beratnya sanggul yang dia kenakan, tapi dia masih harus mendengar ocehan para undangan yang bahkan duduk tidak jauh dari meja akad. Apa mereka memang sengaja mengatakan itu agar dirinya dan yang lain mendengar obrolan mereka? Vicha yakin, bahwa Sadam yang duduk di sampingnya pun dapat mendengar dengan jelas obrolan orang-orang tidak tahu etika itu. "Baiklah. Karena

