Tadinya, Anvicha berpikir jika sudah cukup hanya dengan mengabaikan mereka. Keluarganya yang sampai saat ini tidak juga menyerah untuk meminta bantuan darinya. Bahkan semalam, sudah bukan Ayahnya lagi yang menghubunginya, melainkan Jingga, yang kemudian mengirimkan pesan berisi foto dimana rumah dan kamarnya dalam keadaan berantakan. Jingga berkata, bahwa itu ulah dari tetangga mereka. Sejujurnya, ada sedikit rasa kasihan dalam diri Vicha saat melihat itu. Apalagi gambar rumah yang dikirimkan padanya adalah rumah yang sama dengan yang dulu dia tinggali bersama dengan ibu kandungnya. Perasaan Vicha terasa tidak nyaman, seolah kehilangan tempat yang menjadi kenangannya dulu bersama dengan Mama dan Papanya yang saat itu masih baik padanya. Walaupun kenangan itu sudah banyak terganti dengan

