Di liburan singkatnya itu, yang bisa diingat oleh Anvicha hanyalah malam-malam panas yang dia habiskan bersama dengan Sadam. Bahkan di waktu ketika mereka sudah akan berangkat ke Bandara, Sadam masih meluangkan waktu untuk menyentuhnya. Entah karena lelaki itu ingin segera membuatnya hamil atau justru memang menyukainya secara pribadi. Yang jelas, semua itu membuat Vicha merasa kewalahan. Apalagi tidak ada jeda baginya, karena begitu kembali pulang ke Indonesia, esok harinya, dirinya sudah harus masuk kembali bekerja. "Aku udah bilang kan, kamu bisa berhenti kalau kamu memang capek dan enggak semangat buat kerja di sana." Ucapan Sadam itu membuat Vicha mendelik kesal, "Yang bikin aku capek tuh, Mas Sadam! Aku tahu kalau Mas Sadam memang pengen cepet-cepet bikin aku hamil, tapi kan enggak

