"Hmm~ ini baru yang namanya daging! Enak banget!" Anvicha sangat berterimakasih pada Sadam yang membawanya ke sebuah restoran daging yang dari interiornya saja sudah membuat Vicha tidak akan berani datang sendirian. Apalagi sejak tadi, dari banyaknya daging yang disajikan, Sadam hanya makan sedikit saja dan memberikan semuanya pada Vicha. "Rasanya semua rasa capek dan rasa kesel aku seharian ini langsung ilang," kata Vicha lagi. Sadam tidak menanggapi. Lelaki itu sejak tadi hanya duduk diam dengan gadget di tangannya. Perhatiannya seluruhnya tertuju pada benda itu dan hanya sesekali saja melirik ke arah Vicha yang seperti orang kelaparan. Sedangkan wanita yang dibawanya untuk menghabiskan semua yang dia pesan, beberapa kali mencuri lihat seolah penasaran apa yang sedang dilihat deng

