"Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, Kek. Kalau project yang aku ajukan itu berpotensi sukses sehingga aku mau segera melaksanakannya. Karena itu--" "Project apa itu?" Sadam bertanya, seolah dia belum pernah mendengar tentang project yang dikatakan oleh Kayden ini. Sedangkan adik sepupunya itu, menatapnya dengan tatapan kesal karena Sadam dengan berani memotong ucapan pentingnya di depan Kakek mereka. Kakeknya lalu menoleh pada Milan, "Ambilkan berkas milik Kayden yang ada di laci kamar Papa!" Dan Milan, langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk mengambil berkas yang dimaksud oleh ayahnya, sebelum kemudian kembali ke ruang kerja yang dijadikan tempat rapat mendadak oleh mereka. "Yang ini kan?" Milan memberikan amplop berwarna biru yang kemudian diserahkan ke ayahnya. Dan

