28. Teman lama

1090 Words

"Siapa yang menyangka kalau aku akan bertemu dengan kamu lagi dalam keadaan kamu adalah suami orang?" Sadam tersenyum tipis saat berjabat tangan dengan seorang lelaki muda yang dia temui setibanya di Sydney. Seorang lelaki yang usianya hanya terpaut dua tahun darinya dan seorang Dokter. Lebih tepatnya, dia adalah Dokter Kejiwaan yang dulu pernah membantu Sadam. "Aku enggak akan punya waktu lagi selain sekarang, makanya aku minta ketemu sama Mas Denan sekarang juga." Denan tertawa, "Memangnya sesibuk apa sih pengantin baru? Kamu enggak berniat mendekam di dalam kamar hotel sampai jadwal balik ke Indonesia, kan?" "Ya enggak lah!" sangkal Sadam langsung, yang malah membuat tawa Denan semakin berderai. "Aku sudah berniat buat ajak suamiku jalan-jalan selama disini. Ini adalah pertama kalin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD