"Kayaknya, kamu keliatan enggak semangat. Ada apa?" Sadam mendekati istrinya yang duduk melamun di ruang tengah rumah mereka. Vicha yang biasanya banyak bicara dan menceritakan banyak hal tentang pekerjaan atau yang lainnya, Tiba-tiba saja menjadi sangat diam sejak mereka pulang ke rumah. Perempuan itu menoleh padanya, memasang senyum tipis. "Aku enggak apa-apa kok, Mas! Emang lagi capek aja." Sadam tidak bertanya lagi. Dia memilih duduk dan menyajikan dua gelas berisi kopi dan s**u hangat di atas meja. "Diminum dulu! Siapa tahu perasaan kamu jadi enakan kalau minum itu," katanya pada Vicha. Istrinya menurut. Bibirnya menyesap s**u hangat itu lamat-lamat kemudian memeluk gelas dengan dua tangannya. "Papa enggak jadi ikut pindah ke Malang." Vicha membuka pembicaraan antara mereka

