PERTEMUAN TAK TERDUGA (2)

306 Words
"Tin,ngomongnya sambil duduk saja...tidak perlu emosi bicarakan baik baik,ini di tempat umum banyak yg memperhatikan"ujar suami mba tina mengingatkan..."ayo gima n nita kita duduk bersama mungkin ada yg mbak mu ingin sampaikan" kamipun serentak mengikuti mas pras suami mbak tina untuk duduk bersama... "Jadi,kemana saja kamu selama 1 tahun ini gima?" Tanya mas pras membuka pembicaraan..."bapa dan mama bilang kamu cuma pulang menengok sebulan sekali memberi uang lalu pergi lagi,apakah kamu sudah tidak ingin tinggal di rumah bapa dan mama?kasian mereka sudah semakin tua n sakit sakitan" lanjut mas pras menjelaskan... "Ga usah ditanya mas,semua juga sudah tau alasannya adalah perempuan ini,dia yang membuat gima menjadi anak durhaka...melupakan orang tua,adik,kaka n semua saudaranya,bahkan bukan cuma melupakan gima juga berani angkat kaki dari rumah n meninggalkan bapa n mama" sahut mba tina dengan emosi meluap luap... "Cukup mba!!bukan seperti itu kebenerannya...saya adalah pria dewasa,umur saya sudah 26 tahun,saya berhak mencari dan menentukan jalan hidup saya sendiri...dan seperti yg mas pras bilang saya setiap bulan menengok bapa n mama n juga ingat untuk menyisihkan uang untuk kebutuhan mereka,saya memang tidak tinggal bersama mama n bapa tapi kasih sayang saya tidak berkurang sedikitpun kepada kedua orang tua saya mba" ujar gima menjelaskan... "Tapi benar kan kamu pergi dari rumah demi perempuan ini?kamu tega tinggalin keluarga demi si nita?...jawab gima...jawab...!!! mba tina pun semakin emosi dengan penjelasan gima... "Iya mba,saya akui kalo saya meninggalkan rumah demi rasa cinta saya yg besar kepada nita tapi sayapun tidak melupakan kewajiban saya kepada orang tua...saya mencintai nita mba,bukan waktu yg singkat menjalin hubungan selama 9 tahun lebih mba,kamipun ingin menikah dan membina rumah tangga diusia kami yg memang sudah cukup dewasa ini" "Tapi agama kalian berbeda,tidak mungkin membina rumah tangga dengan keyakinan yang berbeda gima,dan itu juga alasan mama dan bapa tidak setuju dengan hubungan kalian berdua" sahut mba tina memotong omongan gima
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD