MASA LALU

348 Words
Aku pun segera memacu motorku ke kontrakan,rasanya lelah bukan hanya di tubuh ini tapi juga di pikiranku...lelah menebak nebak apa yang akan terjadi selanjutnya,lelah memahami watak dan kemauan keluarga besar suami dan lelah menerima semua resiko pernikahanku ini...walaupun aku sudah tau kalo aku akan melewati ini semua dan aq sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk sekalipun tapi entah mengapa aku merasa lelah n jengah juga menghadapinya... Sesampai dikontrakan aku langsung mandi untuk membersihkan diri dan juga mengguyur kepalaku dengan air berharap bisa mengurangi penat di kepala ini,selesai mandi langsung ku rebahkan tubuhku untuk beristirahat...tak ku ingat lagi jika aku terakhir makan di tempat ibu rasanya hanya ingin merebahkan diri dan merenung,kesepian di kontrakan akhirnya membuatku teringat masa masa pertama kali bertemu mas gima... Saat itu adalah pertama kali masuk SMA dan kami satu kelas dia duduk tepat dibelakang ku,kami tidak terlalu akrab karna dia yang sangat pendiam dan kau yang sangat sangat aktive...tapi entah bagaimana kami begitu dekat,ditambah lagi dengan aku yang memang lebih banyak teman pria dari pada wanita...rasa itu timbul begitu saja seiring kedekatan kami dan semua perhatiannya,sampai lulus SMA kamipun tetap melanjutkan hubungan kami walaupun mertuaku dan orang tua ku sudah melarang...tapi aq selalu beralasan kalo cuma "CINTA MONYET" ternyata takdir Tuhan tak seperti yang kami bayangkan karna pacaran yang kami jalani malah semaki menguatkan cinta kami bahkan disaat terakhir mas gima memutuskan pergi dari rumah dia mengatakan serius denganku dan akan mengikuti keyakinanku... Aku yg terbiasa menceritakan segala hal kepada ibuku akhirnya ku ceritakan itu semua,tentang keputusan kami yang akan serius n mulai memikirkan tentang sebuah pernikahan...ibuku banyak menasihatiku dan juga mas gima tentang konsekwensinya nanti,bahkan pernah menyuruh kmai berpisah agar tidak menyakiti hati salah satu keluarga...tapi keputusan mas gima sudah bulat waktu itu,dia sudah pergi dari rumah dan fokus bekerja untuk menabung biaya pernikahan kami...aku sangat tau kalo keluarganya sangat kehilangan dia terlebih orang tuanya,laki laki yang sangat baik dan bertanggung jawab... Memikirkan itu semua tak sadar air mata sudah membuat basah guling yang ku peluk,entah sejauh mana Tuhan mau membawaku dan mas gima...yang aku yakini Tuhan tau aku mampu melewati ini semua...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD