ANUGERAH (2)

444 Words
Sorenya setelah ibu mengurutiku dan aku merasa jauh lebih baik,ibu pun pulang ke rumah kwatir ayah pulang dan tidak ada yang mengurus...tak lama setelah ibu pulang terdengar suara mesin motor mas gima,rasanya sudah tak sabar menyampaikan berita gembira ini... "Loh kamu sudah sehat yank,ko bukain aku pintu?" "Sudah ay,sudah jauh lebih baik,ibu seharian mengurusi aku" "Trus sekarang kita mau berobat ke dokter atau gimana?" "Ke bidan aja ay?" "Bidan?kalo sakit ke dokter yank,bidan itu mah buat ibu hamil n anak bayi sakit" "Lah kan emang aku hamil,ya ke bidan lah" "Ah serius kamu yank?" "Masa aku bohong ay" kataku sambil menyerahkan alat tes kehamilan padanya "Ya Tuhan terima kasih Tuhan akhirnya Engkau kabulkan doa doa kami,y udah kam siap siap y...aku mandi dulu baru kita cek k bidan,mulai hari ini kamu jangan cape cape aku ga mau kamu n anak kita kenapa kenapa" titahnya sambil memeluk dan mencium keningku Setelah siap kami pun segera berangkat ke bidan terdekat,disana aku diperiksa dan ternyata kami terlambat mengetahui kehamilanku... "Ibu,ini kehamilannya sudah masuk minggu ke-8...artinya ibu sedikit terlambat mengetahui kehamilan ibu,tapi tidak apa apa karna bayinya sehat dan berkembang dengan baik" "Iya bu bidan,terima kasih banyak" Kamipun pulang ke rumah dengan hati yang penuh sukacita,bahkan mas gima dijalan berkali kali bertanya aku ingin makan apa... Hanya saja karna badanku sudah lebih enak,aku jadi mengantuk dan ingin cepat cepat pulang untuk tidur saja... Bersyukur akupun bisa kembali bekerja keesokan harinya,walaupun ada sedikit mual tapi tidak terlalu parah karna sudah diberikan obat mual oleh bidan kemarin...suamiku pun semakin hari semakin memanjakanku saja,hampir semua pekerjaan rumah suamiku yang mengerjakan...biasanya sepulang kerja aku dan suami akan bagi tugas pekerjaam rumah tapi semenjak hamil tugasku hanya memasak itupun jika aku lelah maka suamiku akan pergi membeli lauk matang di warteg... Hari ini ada lah hari gajian kami berdua,seperti biasa selalu ada jatah untuk ornag tua kami masing masing...dan untuk mertuaku hanya mas gima lah yang mengantarkannya,karna semenjak kejadian itu aku memilih untuk tidak memaksakan mereka menerimaku...cukuplah mas gima masih berhubungan baik dengan orang tua dan saudaranya... "Yank,besok aku ke rumah bapa dan mama y...nganter jatah bulanan mereka" "Iya ay,biasa juga gtu pake ijin segala" "Menurut kamu aku bilang ga ya ke bapa dan mama kalo kamu sedang hamil" "Untuk apa ay,bapa dan mama ga akan peduli...sudahlah biarkan keadaannya seperti ini saja,jangan sampai ada konflik lagi dan membahayakan kesehatan mama" "Iya juga sih,kamu benar...tapi apa mereka ga perlu tau kalo mereka akan segera punya cucu?" "Nanti saja kalo sudah lahir baru kamu beritahu y ay,aku juga ga mau terlalu banyak pikiran saat hamil begini...rasanya aku masih trauma kejadian kemarin" "Kamu bener yank,y sudah nanti saja aku beri tahu kalo anak kita sudah lahir"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD