Bagian 49

1013 Words

Safira keluar dari bandara ia menghampiri kedua anaknya yang sedari tadi menunggu. Safir merindukan si kembar, ibu muda itu menggendong keduanya dan menciumnya satu- satu. Arthur menarik koper dari belakang ia tersenyum melihat Safir bersama anak mereka. ‘’Ammih.’’ Panggil Lia dan lio. Safir ingin menangis tiga hari ia tak mendengar suara anaknya dan menyebut dirinya. ‘’Anak Ammih.’’ Safira enggan menurunkan keduanya. ‘’Gendongannya mana?’’ tanya Safir. Salfina memberikan gendongan ke Safir dan wanita itu memakainya. ‘’Biar aku yang urus mereka, makasih ya sudah jaga anak-anak.’’ Kata Safir dan Salfina mengangguk. ‘’Ammih, Ia takit ininya.’’ Lia menunjuk tenggorakannya dengan nada serak. ‘’Tuh kan, Mamam apa sampe sakit? Cue ya?’’ tanya Safira dan Lia menggeleng. ‘’Minum teloy k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD