Rumah Kirana dan Dinar tak pernah terasa sepi belakangan ini. Setiap kali Dinar pulang, dia selalu membawa bermacam-macam belanjaan untuk calon bayi mereka. Dari segala macam perabot sampai pakaian lucu-lucu beraneka ragam. “Yayang Kirana, lihat ini dong. Lucu banget, kan?” Satu lagi kostum kelinci berbahan bulu halus diperlihatkan pada Kirana. Istrinya bahkan sudah tak bisa menghitung sebanyak apa baju yang dibeli Dinar hanya dalam beberapa hari. Ingin dihentikan, orangnya tak mau dengar. Tak dihentikan, bisa-bisa tak ada tempat lagi buat menyimpan. “Iya lucu, tapi bayinya nggak tahu cewek atau cowok. Ini kamu beli semua yang lucu-lucu.” Banyak warna pink dan putih lagi. Kelihatan sekali Dinar mau anaknya cewek. “Nggak apa-apa, Kirana. Cowok pun boleh dandan lucu.” Dinar menyengir,

