Elard dan Seira sudah pulang ke rumah sendiri. Tinggal Dinar dan Kirana berdua saja di ruang keluarga. Kirana ada di sofa panjang di depan televisi, sedangkan Dinar bolak-balik dari dapur, mengintip untuk mencari perhatian. Sebenarnya Kirana telah menyadari perilaku Dinar, tapi karena tingkah Dinar lucu, dia pura-pura tak peduli. Setiap kali Dinar memunculkan kepalanya dari balik pintu, Kirana bisa melihat tatapan memelas dari suaminya. Dia tahu apa maunya Dinar, hanya enggan untuk menunjukkan kepedulian. “Kirana,” panggil Dinar dengan suara pelan. Kirana menoleh, menatapnya dalam diam selama beberapa detik. Kemudian dia berbalik kembali, mengambil sebuah majalah secara acak. Dia menunggu Dinar datang, duduk di sampingnya dan membujuk dengan manis. Dinar yang tak peka, menekuk mukanya

