Beberapa bulan telah berlalu setelah kelahiran anak kedua Elard dan Seira. Kacaunya masa-masa awal lahiran sudah berubah menjadi damai. Tak ada lagi suara teriakan histeris Seira yang tak dapat beradaptasi dengan pertumbuhan anggota keluarga barunya. Sekarang, ibu muda pemalas satu itu sudah bisa tertawa lepas tanpa menyusahkan suaminya. Semua itu karena akhirnya Elard sudah wisuda dan dapat memberikan lebih banyak waktu untuk keluarganya. Bukan karena Seira yang sudah bisa belajar menerima situasi. Akhir pekan yang damai itu terasa lambat. Suara rintik hujan dari luar beranda mengalihkan perhatian Seira. Ia bertopang dagu, menatap bengong ke luar jendela. “Hah ... bosannya,” keluh Seira. Agaknya dia ingin keluar jalan-jalan. Ada film baru yang ingin ditontonnya di bioskop. Pesan ajak
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


