Ana dan Diva berdiri di depan pintu ruangan milik Sean dan langsung saja membukanya. Ceklek... Sean menoleh kearah sumber suara, ia melihat siapa yang datang menemuinya tanpa mengetuk pintu. "Uncleee..." teriak Diva. "Kalian datang? Kenapa tidak memberitahu uncle lebih dulu?" Ana menata bekal yang ia bawa di atas meja. Sean mendekat ke sofa panjang tempat di mana Diva dan Ana duduk saat ini. "Uncle.... Kenapa kakak jahat itu di sini?" Tanya Diva pada Sean. "Kakak jahat? Siapa?" "Kakak jahat yang waktu dulu di mall itu. Masak sih uncle lupa." Ketus Diva. "Memangnya apa yang sudah dia lakukan?" Sean kembali bertanya. "Dia tadi menghadang jalan kami uncle. Dia bilang begini pada aunty, kau tau Ana, perusahaan papa dan perusahaan ini menjalin kerja sama. Artinya, kami akan semakin banya

