Bab 54

1354 Words

Sean melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Jalanan cukup sepi saat ini, karena memang jam sudah menunjukkan tengah malam. 30 menit kemudian, Sean meletakkan mobilnya sedikit jauh dari lokasi. Sean berjalan cepat dengan sorot mata yang tajam. Door... Dorr... Dor... Sean langsung saja menembak musuh yang menyerang gudang persenjataan. Sean menembak mereka berkali di bagian kaki dan tangan. Sean tidak berani jika sampai menghilangkan nyawa dari musuh-musuhnya. Meskipun dirinya sangat ingin sekali. Tapi, dia mengingat ucapan dari sang mami. Pamali jika bermain nyawa saat istri mengandung. Dor... Dorr... Dorr... Sean kembali menembak dari mereka, mereka terjatuh bersamaan karena tembakan dari Sean. Banyak dari mereka tidak bisa berdiri lagi akibat tembakan dari Sean.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD