Bab 68

1010 Words

"Bentar kenapa, sih. Orang masih pagi juga." Ketus Diva. Sean kembali menggerutu dengan jawaban Diva yang ketus padanya. Sepertinya, Diva memang mempunyai dendam kesumat dengan sang uncle. Untung saja Sean sayang, kalau tidak mungkin dirinya sudah menjewer telinga Diva sampai copot. "Diva, jaga Aditya dulu ya. Aunty ke kamar mandi dulu." Ujar Ana meletakkan Aditya di box bayinya kembali. Ana buru-buru ke kemar mandi karena sudah tidak tahan. "Hai boy... jangan suka menangis, oke. Masa kalah sama Asry," ucap Diva pada Aditya. Aditya bergerak lincah tidak karuan dengan mainannya. Dan lagi-lagi.. Bruuuth... Diva mendapat hadiah dari twin. "Astaga Aditya, kenapa keras sekali boom milikmu itu." Pekik Diva mendengar suara kentut Aditya yang sedikit keras. Untung saja kali ini tidak sebau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD