Bab 66

1079 Words

Diva mengibas-ibaskan tangannya di depan hidungnya untuk mengusir bau menyengat di depannya,"Kau kecil tapi kenapa kentutmu bau sekali. Apa yang kau makan tadi?" Keluh Diva karena bau busuk itu tidak hilang-hilang. Ana dan mami Sean tidak bisa berhenti tertawa dengan ulah Asry. Tidak biasanya Diva mendapat hadiah indah seperti itu darinya, ini pertama kali untuk Diva. Diva beranjak sedikit menjauh agar tidak mencium bau kentut Asry. "Asry... tidak boleh begitu, sayang. Kasian kakak Diva nya. Nanti kalau dia tidak mau bermain dengan Asry lagi bagaimana?" Tutur Ana lembut. Asry hanya tertawa, seolah-olah dirinya ikut menertawakan Diva. "Diva... maafkan adiknya, ya," Ucap Ana pada Diva. "No problem, aunty. Tapi baunya tidak hilang-hilang dari hidung Diva," Jawab Diva dengan raut wajah yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD