“Ly, ada yang diperintahkan untuk menjemputmu. Apa kamu sudah siap?” “Ya, Ma. sebentar lagi aku siap,” seru Lily dari dalam kamar. Sementara itu, di dalam kamar Lily memasukkan barang bawaannya dengan tergesa, lalu untuk kedua kalinya ia memeriksa semuanya mulai dari penampilannya di depan kaca, hingga barang-barang yang perlu dibawanya. Setelah merasa jika penampilannya pagi itu cukup baik dan tidak ada barang yang tertinggal, lalu ia pun mematikan lampu kamar tidurnya dan membuka perlahan pintu kamar. Dilihatnya Maya, sang ibu tengah berbincang dengan seorang pria paruh baya yang berseragam layaknya seorang petugas hotel. Lily pun menutup pintu kamarnya dan berjalan menghampiri keduanya. “Permisi,” ucap gadis itu. Maya dan sopir tersebut pun langsung menghentikan pembicaraan m

