Sepanjang jalan, Lily merasa gugup. Ia bahkan tidak berani menatap pada pria itu. Lain halnya dengan Jay yang sesekali menatap pada Lily. “Ly, kamu cantik dan manis malam ini,” puji pria itu. Lily terkejut dan hatinya merasa berbunga saat itu, pujian dari seorang pria yang ia sukai. Wajahnya merona merah dan jantungnya berdegup kencang. “Terima kasih, Jay,” jawabnya malu-malu. “Sebentar lagi kita sampai, siapa yang sudah lapar?” tanya pria itu seraya tersenyum. “Aku! Aku lapar sekali, Daddy,” jawab Marilyn. “Oh rupanya anak Daddy yang cantik sudah lapar, apa kamu lapar juga , Ly? Nanti kamu yang pesan makanannya ya, aku tadi hanya pesan tempatnya saja. Soalnya kamu tahu sendiri kalau pria yang pesan makanan, takutnya kalian para gadis tidak suka dengan menu pesananku,” ucap Jay

