“Jadi kamu mau pacaran dengan duda seperti aku?” “Hah?” “Kenapa kaget?” tawa pria itu meledak dan terdengar kencang sekali. Untuk sesaat Lily merasa apa yang keluar dari mulut Jay terdengar nyata, tapi sekali lagi logikanya berusaha menyakinkan dirinya jika semua tidak semudah itu. “Umm ... aku keluar dulu ya, Jay. Aku harus mandi dan segera mengajar Marilyn,” jawab gadis itu yang langsung membuka matanya dan berlalu pergi meninggalkan kamar tidur pria itu. Tiba-tiba, Jay menarik tangan Lily, menahan langkahnya. Gadis itu menoleh ke belakang dan bertanya, “Ada apa?” “Nanti malam tunggu aku pulang, baru kamu pulang. Oke?” “Ya, aku tahu isi dalam perjanjian kerja. Sekarang aku keluar ya.” Lily berusaha menarik tangannya dari genggaman tangan pria itu, tapi sekali lagi Jay tidak me

