Meski ia berkata harus bergegas untuk segera pergi ke kantor, namun kakinya melangkah cepat arah pantry rumahnya dan mengambil beberapa bahan makanan untuk di siapkannya untuk sarapan pagi sang kekasih. “Roti, s**u, selai, telur, ehmm...” “Ah buah” Dengan terus menggumamkan semua yang makanan yang kini sudah berada pada nampan yang ada di tangannya itu, Aaron masih saja berpikir apa yang kurang dan mungkin di inginkan Queeny pagi ini. “Vitamin, prebiotic” “Kau akan membuat perutnya meledak di pagi hari jika terlalu banyak menyiapkan sarapan untuknya!” Kalimat itu membuat Aaron jadi terdiam, berpikir mungkin benar juga apa yang baru saja di ucapkan sang ayah dengan kehkehannya karena menyaksikan apa yang telah di lakukan putranya pagi ini untuk kekasihnya. “Sudah cukup bawa it

