Menyadari Satu Hal

1103 Words

Era menghentikan motornya di depan pagar yang menjulang tinggi. Dia menggigit bibirnya sambil berpikir. Apa dia harus masuk? Dengan cepat Era menggeleng dan segera menyalakan motornya. Dia tidak tahu kenapa bisa sampai di rumah Aksa. Seharusnya dia langsung pulang dan membantu Bu Asih. "Mbak Era?" panggil satpam saat melihat Era yang akan pergi. "Pak," sapa Era canggung. "Mau jenguk Dek Bian ya, Mbak?" Alis Era terangkat, "Jenguk? Bian sakit, Pak?" "Loh, Mbak Era nggak tau? Udah dua hari Dek Bian sakit dan nggak masuk sekolah." "Boleh saya masuk, Pak?" tanya Era pada akhirnya. "Boleh, Mbak. Silahkan." Pagar mulai terbuka dan Era masuk dengan mengendarai motornya. Dia khawatir tentu saja. Ini pertama kalinya Era mendengar jika Bian sakit sampai tidak masuk sekolah. "Kenapa Pak Aks

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD