Bab 2

1101 Words
Bandung ITB (Institut Teknologi Bandung) Di kantin kampus.. "Oke tah, kita bahas yang tadi, emm gue mau tanya kata elu tadi naik ojek online, motor elu kemana ?", tanya Dini. "Di pakai Aldy", jawab Titah. "Mobil elu kemana kan ada tah, kenapa gak pakai mobil saja mobil elu tah ?", tanya Bayu. "Rara sudah pesan makan ya, tinggal tunggu saja ya", kata Rara. "Iya..", sambung Titah, Bayu, dan Dini. "Tah kok elu belum jawab pertanyaan gue, jawab dong", kata Bayu. "Pertanyaan yang mana Bay ?", tanya Titah. "Wah Titah ketularan Rara nih rupanya", kata Dini. "Iih kok Rara sih", keluh Rara. "Sudah, sudah, lagian gue juga bercanda kok", kata Titah. "Hemmmmmm", keluh Rara lagi. "Hehe, Titah minta maaf ya ra", kata Titah lagi. "Iya Titah, Rara maafin kok, emmmmm mobil Titah kemana ?", tanya Rara. "Nah tah, itu yang gue tanyain mobil elu kemana, gue tungguin jawaban elu juga", kata Bayu. "Mobil gue ada kok di rumah sakit", jawab Titah lagi. "Haaaaaa rumah sakit", kata Bayu lagi. "Emang itu mobil sakit apaan tah ?", tanya Dini. "Tunggu sebelum elu jawab pertanyaan dari Dini, gue mau tanya rumah sakit mobil dan motor emang ada ya ?", tanya Bayu. "Ada dong..", kata Titah, Dini, dan Rara. "Oh baru dengar gue", kata Bayu lagi. "Iiiihhhh maksudnya Titah itu mobilnya di bawa ke bengkel tau untuk di servis, bener gak tah ?", tanya Rara. "Benar, sakitnya gak tau gue, gue gak ngerti mesin mobil, yang gue ngerti motor, hehe", jawab Titah lagi. "Oh..!!", seru Bayu dan Dini. "Terus Titah nanti pulangnya naik apa, naik ojol lagi ya ?", tanya Rara. "Iya naik ojol lagi, ke bengkel dulu ra cek mobilnya sudah bisa di ambil atau belum", jawab Titah lagi. "Oh..!!", seru Rara. "Ya sudah yuk di makan", kata Titah. Di pangkalan ojek.. "Kowe ngapa Fandi ?" (Kamu kenapa Fandi ?), tanya Arfan. "Sebel inyong fan, nih delok di asih lintang siji lan ra ana basa-basinya kuwi penumpang, boro-boro ngomong maturnuwun kek, lah iki malah dolan lunga wae iseh, hemmmmmm" (Kesel aku fan, nih lihat di kasih bintang satu dan tidak ada basa-basinya itu penumpang, boro-boro bilang terimakasih kek, lah ini malah main pergi saja lagi, hemmmmmm), jawab Irfandi. "Sing sabar ya, tuh ana orderan mlebu iseh tuh Fandi, inyong uga" (Yang sabar ya, tuh ada orderan masuk lagi tuh Fandi, aku juga), kata Arfan. "Iya", sambung Irfandi. ITB (Institut Teknologi Bandung) Di depan kampus.. "Lah kok saya ke sini lagi", kata Irfandi. "Ojol nya sudah datang, gue duluan ya", sambung Titah. "Dia lagi..", kata Irfandi lagi di dalam hati. "Iih kok drivernya dia lagi sih, hemmmmm", keluh Titah di dalam hati. "Sesuai map ya mbak ?", tanya Irfandi. "Iya, eh ingat jangan kaya tadi pagi ya, pelan-pelan saja", jawab Titah. Di bengkel.. "Sudah sampai mbak", kata Irfandi. "Iya tau kok, emang gue buta apa, ya sudah berapa ongkosnya, buruan ?", tanya Titah. "Tiga belas ribu", jawab Irfandi. "Nih.., ambil saja kembaliannya", kata Titah. "Iya mbak, terimakasih", sambung Irfandi. "Iya", kata Titah lagi. "Eh ada Titah", kata Adit. "Iya dit, gimana mobil gue sudah bener belum ?", tanya Titah. "Sudah dong", jawab Adit. "Oh iya tah nanti gue jelasin ya di dalam", kata Adit lagi. "Oke..", sambung Titah lagi. Di rumah pak Ali Di depan rumah pak Ali.. "Bu", kata pak Ali. "Iya pak", sambung bu Ajeng. "Arfan dan Irfandi sudah pulang belum ?", tanya pak Ali. "Belum pak, ibu sekalian pamit ya ke toko", jawab bu Ajeng. "Iya, hati-hati di jalan ya bu", kata pak Ali lagi. "Iya pak", sambung bu Ajeng. "Assalamu'alaikum", bu Ajeng memberikan salam pada pak Ali. "Wa'alaikumussalam", pak Ali menjawab salam dari bu Ajeng. Di rumah pak Nano Di dapur.. "Jo, ngek", kata pak Nano. "Iya pak Nano", sambung Paijo dan Cengek. "Lihat mbah Sakiman gak ?", tanya pak Nano. "Maaf pak Nano, saya tidak melihat mbah Sakiman", jawab Cengek. "Kamu jo ?", tanya pak Nano lagi. "Saya juga tidak melihat mbah Sakiman, kecuali tadi pagi mau berangkat ke pasar, mungkin ada ada di kamarnya pak Nano", jawab Paijo. "Oh ya sudah deh saya lihat dulu di kamar sebelum balik lagi ke kantor, oh ya kalau Titah sudah pulang belum jo ?", tanya pak Nano lagi. "Belum pak Nano", jawab Paijo lagi. "Oh ya sudah terimakasih ya ngek, jo", kata pak Nano lagi. "Sami-sami pak Nano" (Sama-sama pak Nano), sambung Paijo dan Cengek lagi. "Jo, ngek", kata mbah Sakiman. "Iya mbah Sakiman", sambung Paijo dan Cengek lagi. "Nano sampun mantuk dereng jo ?" (Nano sudah pulang belum jo ?), tanya mbah Sakiman. "Jo bagian mu, cepat jawab", kata Cengek. "Inggih ngek, pak Nano sampun mantuk mantuk mbah Sakiman" (Iya ngek, pak Nano sudah pulang mbah Sakiman), jawab Paijo. "Oh, sakmenika piyambakipun ing pundi ?" (Oh, sekarang dia dimana ?), tanya mbah Sakiman lagi. "Ing kamar mbah Sakiman, oh inggih kesupen kula, mbah wau pak Nano mencari mbah Sakiman" (Di kamar mbah Sakiman, oh iya lupa saya, mbah tadi pak Nano mencari mbah Sakiman), jawab Paijo lagi. "Enten menapa Nano mencari kula jo ?" (Ada apa Nano mencari saya jo ?), tanya mbah Sakiman lagi. "Menawi punika kula mboten mangertos mbah Sakiman" (Kalau itu saya tidak tau mbah Sakiman), jawab Paijo lagi. "Nggih sampun kula dhateng kamar kamawon, oh nggih jo biyasa terna wedang jae dhateng kamar kula nggih" (Ya sudah saya ke kamar saja, oh ya jo biasa antar wedang jahe ke kamar saya ya), kata mbah Sakiman. "Laksanakan mbah Sakiman", sambung Paijo. "Jo", kata Cengek. "Iya ngek, kenapa ?", tanya Paijo. "Mbah Sakiman minta di buatkan apa ?", tanya Cengek. "Minta dibuatkan jahe wedang ngek", jawab Paijo lagi. "Ehhhh wedang jahe Joya", keluh Cengek. "Nah itu tau, ya sudah sana buatkan, nanti kalau sudah bilang ke saya ya, saya mau membersihkan kamarnya mbak Titah dulu, kalau tidak dibersihkan tau sendiri kan kaya gimana ?", tanya Paijo. "Iya jo tau", jawab Cengek. Di kamar Titah.. "Duuh kurang gimana gitu setel lagu yang biasa mbak Titah dengar di kamar ah, kan kata mbak Titah boleh di dengarkan lagu di kamar nya, coba ah, apa ya yang biasanya di dengarkan oleh mbak Titah, ah iya ingat, Sule", kata Paijo. Di depan rumah pak Nano.. "Mas Betta", kata Renaldy. "Io mas Aldy" (Iya mas Aldy), sambung Betta. "Tolong taruh di garasi ya motornya", kata Renaldy lagi. "Oh io mas Aldy" (Oh iya mas Aldy), sambung Betta lagi "Oh ya nanti kasih ke saya lagi ya kunci motornya, saya kan yang pinjam ke Titah, jadi saya yang mengembalikan sendiri ke Titah", kata Renaldy lagi. "Io mas Aldy" (Iya mas Aldy), sambung Betta lagi. "Terimakasih mas Betta", kata Renaldy lagi. "Sama-sama mas Aldy", sambung Betta lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD