Tak banyak yang berubah setelah Arya dan Cahya mengetahui kebenaran perihal Teratai. Sepasang suami istri itu tetap menganggap Teratai sebagai putri mereka bersama dengan Galuh dan Lidya. Teratai juga tidak pernah sekali pun menyombongkan statusnya. Ia tetap menghargai dan menghormati kedua orang tua angkatnya. Hari demi hari berlalu. Usaha yang dikerjakan Teratai, Galuh, dan Lidya mulai membuahkan hasil. Pasien Teratai pun kian hari kian bertambah. Penduduk desa biasanya pergi ke ‘orang pintar’ jika terserang penyakit. Namun, kini mereka beralih kepada Teratai. Murid-murid yang diajari Galuh dan Lidya juga mulai bertambah. Mereka tak hanya mengajar anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Teratai, Galuh, dan Lidya mengumpulkan hasil panen yang mereka terima dari para pasien dan murid. Sete

