Pagi setelah acara perayaan ulang tahunnya, Teratai bangun dengan malas. Ia bahagia karena rencananya telah berhasil. Namun, ada satu hal yang mengganggunya. Ia merasa sakit di bagian perutnya. Rasa sakit itu terkadang muncul, terkadang hilang. Tok tok tok Pintu kamar Teratai diketuk dengan keras. Cepat Teratai memakai jubahnya dan merapikan rambutnya. Ia kemudian meminta Galuh untuk membuka pintu. “Kenapa lama sekali kau membuka pintu?” gerutu Sasmita kepada Galuh. Wanita itu berjalan cepat masuk ke kamar anak gadisnya. Ia pun segera menghampiri Teratai dan memandang gadis itu dengan tatapan yang amat tajam. “Ibu tak menyangka kau akan kembali membuat onar. Mengapa kau selalu mengecewakan Ibu?” Sasmita bertanya sambil berkacak pinggang di depan Teratai. “Ibu, dari awal aku sudah bi

