“Ayo, dorong terus … terus … sedikit lagi!” Di luar kamar Teratai terdengar suara berisik. Para pengawal sedang mencoba mendobrak pintu kamar Teratai yang terbuat dari kayu jati. Tidak mudah mendorong pintu itu karena Teratai memasang palang kayu dari dalam sebagai penghalang, dan lagi pintu itu sangat kokoh. Teratai yang sudah tak berwujud masih duduk santai di tepi ranjang. Ia menyilangkan kakinya. Tangan kanannya memilin-milin rambutnya yang panjang. Senyum kemenangan masih mengembang di bibirnya. “Terus … dorong terus … lebih kuat lagi!” komando seorang pengawal. Para pengawal pun mencoba mendorong dengan tenaga lebih keras. Brakkk Setelah beberapa menit berselang, akhirnya pintu kamar Teratai terbuka. Para pengawal tersenyum lega karena mereka bisa mengerjakan tugas yang dimint

