Lima Puluh Empat

2178 Words

Di sepanjang perjalanan, Cahya dan Arya terus memuji kebaikan dan kemampuan bela diri Banyu. Perjalanan pulang dari pasar menuju rumah Arya tidak terlalu jauh. Namun, hujan yang tiba-tiba turun mengharuskan ketiga orang itu untuk menghentikan perjalanan. Mereka terpaksa menepi dan mencari tempat untuk berteduh. Sebuah pondok beratapkan rumbia menjadi pilihan mereka. Banyu menepikan gerobak dan menyandarkannya di bawah pohon agar terlindung dari hujan. Banyu, Arya, dan Cahya duduk di dalam pondok bambu. Hujan turun cukup deras, membuat mereka tetap basah walaupun sudah berteduh. Cahya mendekat kepada Arya. Ia mulai merasa takut akan petir yang mulai sambar-menyambar. “Tadi cuacanya sangat panas, kenapa tiba-tiba bisa hujan deras seperti ini, ya?” tanya Cahya dengan suara agak keras. “Ya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD