BAB - 23

1222 Words

FLASHBACK ON "Kamu cantik sekali, Eliana." Alva tersenyum menatap mata biru Eliana yang sangat cantik itu, teman makan malamnya kali ini. Eliana dengan anggun menyesap wine, tanpa mengalihkan tatapannya. Bahagia bahwa lelaki kaya nan playboy itu terpesona padanya. "Terima kasih banyak. Entah aku harus tersanjung atau malah jengah mendengarnya ketika kata cantik itu keluar dari mulut lelaki sepertimu, Alva." Alva menyeringai. Eliana tersenyum. Mereka bertatapan seakan memberi tahu bahwa masing-masing dari mereka memiliki ketertarikan yang kuat. "Bibirmu yang seksi itu benar-benar harus di bungkam karena meragukan sanjunganku. Playboy sepertiku juga tahu mana yang cantik dan bisa di sanjung dan mana yang bisa langsung di bawa ke ranjang tanpa perlu kata-kata seperti itu," kedua tangannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD