"Kalau di pikir-pikir lucu juga ya," katanya seraya terkekeh, "Aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan gadis kecilku lagi dalam wujud wanita cantik sepertimu dan takdir kita yang seperti ini.” Alva berdialog sendiri, berharap bahwa Zetta akan mendengarkan dongeng pengantar tidur ala Alva Alexander. "Hmm, setelah natal terakhir kita hari itu aku menunggumu datang lagi tapi kamu tidak pernah muncul." Ada bias kesedihan di mata abu-abunya, "Ternyata yang datang, gadis kecil yang lain." Dihembuskannya napasnya ke pipi Zetta berharap akan ada keajaiban membangunkan Zetta yang tertidur, "Ayo bangun dong, Sayang. Aku tidak mau kehilanganmu." Zetta bergeming. Alva menghela napas dan meringkuk seperti bayi di samping Zetta. Dilihatnya sekilas, hujan yang menderas di luar sana dari celah ti

