BAB - 42

1529 Words

Arzetta berjalan pelan di sepanjang garis pantai Pandawa merasakan halusnya pasir putih dan hembusan angin yang menerbangkan gaun terusannya yang menyapu air laut. Seharusnya dia tidak berjalan sendirian di sini tapi tadi Gevan yang menjemputnya dari hotel karena sejak pagi, Alva sibuk bersama Zafier dan juga Om-nya entah melakukan apa dan mengatakan kalau Alva akan menemuinya secepatnya. Setelah duduk di ayunan kayu yang di atasnya terdapat tulisan Pandawa, Zetta memutuskan bermain-main dengan air laut di pantai sampai ponsel di genggaman tangannya berbunyi. “Alva, kamu di mana?” tanya Zetta seraya mengedarkan pandangannya. “Tunggu aku di sana sayang. Aku akan segera datang.” Zetta menghela napasnya. “Baiklah. Jangan lama-lama.” “Tidak akan. Lihatlah ke langit karena aku akan datang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD