Happy Reading! Meylisa menghela napas lalu menatap mamanya. "Mah, ini nggak ada pingitan atau apa gitu?" tanya Meylisa. Ia sudah lelah karena pak Andra terus menelepon dan mengajak bertemu. Katanya membahas pernikahan, padahal kan semua sudah siap. Tinggal akad nikah tiga hari lagi. Hasti menutup buku telponnya. Menjelang tiga hari akad nikah putrinya, ia masih sibuk telpon sana sini. "Kenapa? Bukannya bagus kalau nggak ada pingitan." ucap Hasti membuat Meylisa menggeleng. "Nggak bagus. Tiga hari lagi Mey akan jadi istri orang, mah. Mey butuh ketenangan setidaknya untuk tiga hari ini." ucap Meylisa membujuk. Hasti mengernyit. "Kan nggak ada yang diurus lagi, kamu juga bisa rebahan tiap saat." Meylisa menggeleng lalu menyilangkan tangannya seolah apa yang dikatakan mamanya tidak ben

