CEMBURU

1432 Words

Syuting kembali dilakukan setelah mengalami break beberapa hari. Sungguh menguras waktu dan tenaga, lebih baik tim produksi tak menunda waktu syuting hingga deadline bisa selesai dengan tepat waktu. Kian hari, Jun merasa bahwa sang produser semakin mempersulit. Tak seperti Akara yang ia kenal, pria sebaya anaknya itu justru seolah menganggap Jun sebagai biang dari jadwal syuting yang berantakan hingga mengeluarkan cost yang tidak sesuai perjanjian awal. Ditengah kesibukan mempersiapkan kru, Jun tertunduk lesu di kursi. Ia menopang wajah dengan kedua siku yang bertumpu. Hingga dua talent hadir bersama, menimbulkan pertanyaan besar dari seisi ruangan. Abinawa gegas menghampiri Jun yang masih terlihat muram. Sementara Ishya meninggalkan lokasi utama untuk menunggu di ruang taleng. “Ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD