Jihan sudah kembali ke rumahnya. Lebih tepatnya ke rumah ke dua orang tuanya. Tempat yang tentunya sangat nyaman untuk ditinggaloi dibanding rumah sakit atau tempat mana pun di muka bumi. Sebab ketika berada di sana, Jihan tidak sendiri. Ada ayah dan ibunya yang menemaninya dan selalu siap waktu dan juga tenaga untuk putri semata wayangnya itu. Ya, Jihan memang memutuskan untuk kembali ke rumah itu dan membiarkan rumahnya ditinggal begitu saja. Jihan juga tidak bisa memastikan sampai kapan ia akan tinggal di sana. Mungkin akan selamanya, sebab hanya di sana Jihan merasa aman dan nyaman. Lagi pula rumah Yola cukup besar dan luas. Dipastikan azka pun akan aman dan nyaman tinggal di sana. “Sayang, kita sudah di rumah,” ucap Jihan pada Azka. Ia bawa bayinya ke dalam kamar. Sebenarnya kamar

