Kondisi Jihan

1997 Words

“Ma, papa mau menemui cucu kita dulu. Mama jangan menangis lagi. Percayalah kalau Jihan baik-baik saja,” ucap Eki meyakinkan sang istri. Yola mengangguk. Berusaha meyakinkan diri kalau putrinya baik-baik saja, “Iya, Pa. Jangan lupa azankan ia dengan baik di telinga kanan lalu iqomahkan ia di telinga kanan dengan jelas. Semoga bayi Jihan menjadi anak yang sholeh.” “Aamiin … pasti, Ma. Papa masuk dulu. Marwa, dokter Farhan, om menemui cucu om dulu ya.” “Iya, Om … Silahkan.” Eki pun akhirnya menghilang di balik pintu ruang operasi. Pria itu dibawa ke sebuah ruang observasi. “Ini cucu anda, Pak. Silahkan azankan ia,” ucap sang suster seraya memberikan bayi kecil itu pada kakeknya. Bayi Jihan sangat tampan. Wajahnya putih dan bersinar. Saat ini, mengenakan bedong berwarna biru muda dan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD