Sekarang, Marwa sudah berganti pakaian. Ia mengenakan gaun tidur seksi berwarna merah maroon. Sangat cantik di kulit kuning langsatnya yang cerah sebab pakaian itu membuat warna kulitnya semakin cerah dan bersinar. Marwa melihat ke arah luar kamar hotel, memerhatikan kota Jakarta dari lantai lima belas sebuah hotel berbintang di kota metropolitan itu seraya bersedekap. Namun tiba-tiba, Marwa merasakan aroma hangat di tubuhnya. Ada sebuah pelukan dan ciuman yang ia rasakan secara bersamaan. “Aku mencintaimu,” lirih sebuah suara tepat di depan daun telinga Marwa. Marwa meremang. Ia tahu suara siapa itu. Itu adalah suara Farhan, lelaki yang dulu pernah menyelamatkannya dari jurang maut. Lelali yang kembali membuatnya bersemangat dan kini menjadikan dirinya ratu di hatinya. “Aku juga menc

