“Apa?! Kamu hamil?” Jihan kaget mendengar kabar dari Marwa. Wanita yang saat ini sedang duduk di salah satu kursi direktris di kantornya, benar-benar tidak menyangka akan mendapat kabar bahagia itu dari sahabatnya. “Iya … Tadi aku dan mas Farhan baru saja dari dokter Obgyn dan berdasarkan pemeriksaan, aku memang dinyatakan hamil. Usia kandungannya tujuh sampai delapan minggu. Aku sendiri juga tidak menyangka, Jihan. Kamu tahu sendiri’kan, dulu aku sempat divonis mandul oleh dokter yang merawatku di sini.” “Iya … Wa, aku ingin minta maaf ….” “Minta maaf? Untuk apa?” “Sebenarnya dokter tidak pernah mengatakan hal itu. Semua itu hanya manipulasi dari Aldo. Kamu sama sekali tidak mandul, Wa.” “Tapi kalau memang tidak masalah dengan rahimku, kenapa aku tidak pernah hamil selama menikah den

