“Selamat, Pak Aldo,” ucap Farhan seraya mengulurkan tangan. “Terima kasih, Pak Farhan. Saya pikir pak Farhan tidak akan datang.” “Saya tidak mungkin tidak akan datang, Pak. Bukankah anda sudah mengundang saya? Jadi saya pasti akan datang.” “Pak Farhan datangnya sendiri saja? Mana pacarnya?” Farhan terkekeh ringan, “Pacar? Saya tidak punya pacar, Pak.” “Masa? Saya tidak percaya. Mana mungkin pria seperti anda ini tidak punya pacar.” “Kenyataannya memang seperti itu. Saya sama sekali tidak punya pacar, apa lagi calon istri. Andai saja ada, pasti sudah saya bawa ke sini. Ngapain saya planga plongo saja sendirian di pesat seramai ini.” Aldo terkekeh, “Saya doakan semoga nanti anda menyusul saya ke pelaminan. Oiya, Pak. Maaf kalau saya tiba-tiba saja mengundurkan diri. Saya diminta oleh

