Jihan kembali bergidik di dalam kamarnya setelah mendengar penjelasan dari Eki dan Yola. Teror ke empat yang mereka dapatkan cukup membuat bulu kuduk Jihan merinding Apa lagi saat ini ia sedang hamil delapan bulan. Sebentar lagi, ia akan melahirkan anak pertamanya. “Ma, apa mama dan papa yakin teror itu Aldo yang mengirim?” tanya Jihan. “Kalau bukan Aldo siapa lagi? Apa kamu punya musuk lain selain Aldo? Atau apa kamu punya masalah dengan orang lain selain Aldo?” Jihan menggeleng, “Jihan tidak punya masalah dengan siapa pun, Pa.” “Lalu menurutmu, siapa yang sudah melakukan teror itu?” “Pa, Ma, Jihan sangat takut.” “Takut boleh, Sayang. Tapi jangan takut yang berlebihan. Ingat, kamu itu sedang hamil dan kondisi hati seorang ibu pasti akan berdampak pada kesehatan janin.” “Begini saja

