Beberapa menit lamanya, mobil Aldo tampak hening. Baik Aldo maupun Jihan tidak ada satu pun yang bersuara. Bahkan Aldo sendiri tidak menyalakan musik di mobilnya. “Aku sudah menebaknya,” lirih Jihan. “Menebak apa?” Aldo malah balik bertanya. “Kedatangan kamu ke klinik itu. Aldo, kenapa belakangan kamu berubah? Dulu ketika kamu masih menjadi suami Marwa, kamu begitu perhatian padaku. Katanya kamu mencintaiku. Katanya kamu hanya inginkan aku. Menjalin hubungan rumah tangga dan memiliki anak-anak bersamaku. Tapi kenapa sekarang kamu berubah? Bahkan semenjak beberapa bulan sebelum rencana pernikahan kita.” “Jihan, kamu tahu sendiri kalau aku ini orangnya bosanan.” “Jadi kamu sudah bosan sama aku? Aldo, aku pikir setelah aku hamil, kamu akan berubah. Kamu akan lebih perhatian dan cinta. Ka

