Hanya Adik?

1603 Words

Ruangan itu hening sejenak. Masih dalam posisi duduk, Farhan masih berusaha mengendalikan dirinya, sementara Marwa berusaha mengatur kata-kata agar Farhan tidak semakin tersulut emosi. Wanita itu juga tidak habis pikir dengan sikap Farhan. Marwa merasa kalau Farhan terlalu berlebihan. “Jadi kapan kamu masuk kerja?” tanya Farhan memecah keheningan. “Besok aku akan mulai bekerja,” balas Marwa. “Itu artinya kamu akan bertemu setiap hari dengan Aldo?” Marwa mengangguk tanpa menjawab. “Wa, tolong jangan ada yang kamu sembunyikan dari aku. Jika pria itu berbuat macam-macam, segera kabari aku. Aku akan melemparnya ke jurang jika ia berani berbuat macam-macam sama kamu. Apa lagi sampai menyakiti kamu.” Marwa menjadi heran. Baru kali ini ia lihat sikap Farhan sangat tegas dan terkesan aneh me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD