Elaina tersenyum tipis ketika mendengar pintu kamar dibuka. Ia seakan sudah begitu yakin Dalen akan pulang siang ini. Merasa Dalen semakin mendekat, Elaina menutup matanya. Wanita itu pun pura-pura tidur. Tidak usah diragukan akting Elaina, ia menjalani peran begitu sempurna seperti sungguhan. Dalen memandangi tubuh kecil Elaina yang bergelung di atas ranjang. “Tadi dia masih bangun, sekarang sudah tertidur?” gumamnya. Dalen berjalan mengeliling ranjang. Ia menatap Elaina dari sudut berbeda, sehingga pria itu dapat melihat wajah cantik Elaina yang ia ketahui sedang tidur. Perhatian Dalen pun fokus kepada mata Elaina yang sedikit bengkak. Elaina tidak bermain-main dalam berakting, ia benar-benar melakukannya tanpa cela. Bahkan Elaina sengaja benar-benar terus menangis demi mendapatkan ma

