Cinta Akan Luntur

1551 Words

66 "Bos, ada tamu," ujar Sherina, beberapa saat setelah aku selesai salat Zuhur. "Siapa?" tanyaku sambil melipat mukena dan sajadah. "Pak Adelard." Aku tertegun, sejenak bingung hendak melakukan apa. Mau menolak tamu, nanti dibilang arogan. Mau diterima, nanti suami marah. "Gimana?" Sherina bertanya dengan tubuh masih gelantungan di kusen. "Ya udah, suruh masuk," jawabku ragu-ragu. Dalam hati berdoa agar Aa' Andre tidak cemburu lagi. Sekian menit kemudian, Adelard Hompimpa muncul di pintu dengan senyuman bak iklan semen. "Hai, Cantik, apa kabar?" sapanya dengan hangat. "Hai, juga, kabar baik akunya," jawabku sembari menjabat tangannya sekilas. "Mari, silakan duduk." Kuarahkan dia ke sofa tunggal, sementara aku duduk di sofa panjang yang berseberangan dengan sofa tunggal yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD