Bagian 22

1613 Words

"Hana." Entah sudah berapa kali orang-orang di acara itu mengenali Hana. Namun kali ini ada yang menarik di mana terlihat orang tua Fahri, lebih tepatnya mantan mertua Hana menghampiri wanita ini. Hana tentu tidak bisa mengabaikan mereka. "Hana." Pelukan hangat langsung Hana dapatkan. Tentu saja Hana tadi tak berani menemui orang tua Fahri karena Hana tak ingin ada tangisan di resepi pernikahan yang harusnya penuh dengan kebahagiaan. "Mama." Hana ikut membalas pelukan wanita paruh baya itu. "Kamu ke mana saja, Nak? Kami semua mengkhawatirkanmu. Kenapa kamu tidak menemui mama dan papa? Kita bisa mencari solusi yang terbaik untuk hubungan kalian." Hana sangat menghargai sekali kebaikan kedua orang tua Fahri. Untuk itu Hana tidak akan membuat masalah di pesta tersebut, apalagi mengubah k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD