Seven

2574 Words

Kini mereka bagaikan dewa dan dewi yunani. Mereka berjalan bersisian. Lengan Fefe mengampit lengan Leo. Walaupun wajahnya masih terlihat pucat, ia benar-benar merasa tubuhnya sehat. Lupakan semuanya. Kini mereka akan mencoba hidup dari awal. Menjalani pernikahan layaknya pasangan lainnya. Senyuman angkuh Fefe sama sekali tak tercetak. Disana hanya ada senyum kebahagiaan. Sesaat melupakan luka yang pernah tinggal sejenak dalam hidupnya. Tak apa jika mungkin Leo belum mencintainya sepenuhnya. Sebab kata-kata lelaki itu yang mengatakan untuk jangan meninggalkannya seperti sebuah isyarat bahwa lelaki itu akan belajar mencintainya. Tak perduli pada waktu. Fefe masih memiliki banyak stok kesabaran. "Selamat pagi, Pak. Apa ini istri Pak Leo?" Tanya seorang lelaki yang umurnya lebih tua dari Le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD