Hari ini berbeda dari hari biasanya yang Anan lewati, sebelum subuh datang ia dapat menikmati wajah cantik Geana yang telah resmi menjadi istrinya. Ah mengingat acara pernikahan mereka serta ketika malam itu ia menjadikan Geana miliknya sepenuhnya membuat rasa bahagia dihati Anan semakin membuncah, mata legamnya memandang lembut Geana yang masih memejamkan matanya. Diusapnya surai panjang Geana, ia begitu senang menatap Geana yang terlihat sangat cantik dengan rambut panjangnya dan itu hanya dirinya saja yang melihat keindahan itu. Senyumnya semakin melebar ketika mata yang semula terpejam kini membuka dengan perlahan, diberikannya senyum terbaiknya untuk wanita yang telah mencuri hatinya itu. Cup "Morning..." Sapa Anan sambil melabuhkan kecupan manis dibibir Geana. Geana mengerjapkan m

