"Mas Devan?" Geana membulatkan matanya ketika melihat Devandra berdiri dihadapannya dengan wajah angkuhnya. "Jadi disini sekarang tempat tinggalmu huh?" Dengan keangkuhannya, tanpa dipersilahkan masuk Devandra menerobos begitu saja. Ternyata Devandra tidak datang sendirian, dia datang bersama Putri yang senantiasa memakai pakaian yang mempertontonkan auratnya. Wanita itu menatap Geana sinis, Geana hanya bisa menundukkan wajahnya. Ia tak memiliki kuasa untuk melawan Devandra juga Putri, Geana takut Aldi yang akan menjadi sasarannya nanti. "S-silahkan duduk, maaf jika tempat ini bukan tempat yang nyaman untuk kalian." Geana masih menghormati Devandra dan Putri sebagai tamunya walupun dalam hati ia ingin sekali mengusir kedua orang itu dari rumahnya. "Tidak perlu, kami kesini hanya untuk

